Header Ads


SEMINAR POLITIK PMII JEPARA



Term of Reference (ToR)
“POLITIK MERAKYAT; MENGAWAL PELAKSANAAN PILGUB JATENG BERSIH”
A.  DASAR PEMIKIRAN
Adagium politik itu kotor mendapat konfirmasi dalam kultur politik di negeri ini. Bahkan, menurut Rektor Universitas Islam Negeri Syarif  Hidayatullah Komaruddin Hidayat, kultur politik Indonesia sudah pada taraf busuk. Indikasinya ialah banyaknya politikus yang terlibat korupsi. Terakhir tentu saja status tersangka korupsi yang ditabalkan KPK kepada mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang berujung pada kekisruhan di tubuh partai.
Komaruddin  berpebdapat bahwa "Apa yang terjadi di Demokrat ini mengingatkan kita bahwa siapa pun yang terjun ke politik, karena kultur dan struktur politik yang busuk, yang ikut di dalamnya akan ikut busuk," 
Beberapa anak muda seperti Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Angelina Sondakh, sebelum masuk ke partai politik, dikenal sebagai sosok yang cemerlang. Anas pernah menjabat ketua umum organisasi mahasiswa terbesar, yakni Himpunan Mahasiswa Islam. Angelina Sondakh sebelumnya dikenal sebagai Putri Indonesia. Andi Mallarangeng sebelumnya dikenal sebagai intelektual hebat. Namun, pribadi-pribadi cemerlang itu tiba-tiba menjadi sosok-sosok kotor akibat predikat tersangka korupsi yang dilekatkan pada mereka. Itu terjadi setelah mereka bergabung ke partai politik. Parpol akhirnya dipersepsikan sebagai kubangan kotor politik yang siap menjebloskan siapa saja ke dalamnya.
Mereka yang idealis sekalipun, yang awalnya bercita-cita mulia melakukan perubahan, justru terseret derasnya arus politik kotor yang dipraktikkan parpol. Itu terjadi karena parpol memang sudah kotor, bahkan busuk dalam istilah Komaruddin Hidayat. Politik dan partai politik menjadi tidak menarik bagi anak-anak muda idealis dan cemerlang. Padahal, di era transisi menuju demokrasi sekarang ini, Indonesia membutuhkan kaum muda yang bermental bersih, jujur, idealistis, dan intelek. Sosok-sosok seperti itulah yang akan mengantarkan Indonesia menjadi negara demokrasi sesungguhnya.
Kiranya tepat jika politik praktis yang selama ini digunakan segera diperbaiki. Partai Politik semestinya mampu menciptakan system perpolitikan yang baik dan merakyat. Entah system tersebut dikemas dalam sosialisasi yang bersifat permanent atau lewat pendidikan politik. Politik yang bermasyarakat diharapkan mamapu menjadi solusi yang tepat dalam mengawal pemilihan pemimpin.

Peran Perempuan
Dalam buku Women an Islam: a discourse in rights and obligation (1999), Fatimah umar nasif membagi hak-hak perempuan menjadi empat bagian, yaitu: bidang social, keagamaan, politik dan ekonomi. Dalam bidang social, perempuan dapat melakuakan peran mereka dengan cukup leluasa. Yang dimaksud hak-hak social disisni adalah  hak-hak perempuan dalam menjalankan aktivitas, profesi dan pekerjaannya yang bermanfaat bagi masyarakatnya dalam aspek duniawi maupun ukhrowi (nasif, 2001:65).
Islam sendiri mengakui pentingnya peran perempuan dalam kehidupan masyarakat dan pengaruhnya dalam dunia perpolitikan. Karena itu, perempuan diberikan hak-hak politik sebagai cerminan atas status mereka yang bermartabat, terhormat dan mulia. Diantara hak-hak politik yang diberikan kepada perempuan adalah hak berbicara dan menyampaikan pendapat.
Ditinjau dari konstitusi dan perundang-undangan pun pemberian peran lewat hak-hak perempuan dalam perpolitikan kian jelas dengan diberinya kuota 30% perempuan dalam politik. Itu menunjukkan bahwa peran perempuan tidak lagi dapat dipandang sebelah mata dalam menciptakan system tatanan masyarakatsejahtera. Karena secara fundamental peran antara perempuan dan laki-laki adalam sama dan saling melengkapi.
Namun kenyataannya yang terjadi dilapangan adalah, semua cita-cita positif tersebut kian jauh dari harapan karena pada praktiknya masyarakat belum mampu memahami secara utuh tentang peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Belum lagi elit politisi sengaja menggembosi perundang-undangan yang telah ditetapkan dengan memberikan pemahaman yang bias terhadap masyarakat.
Oleh karena itu, parpol mesti menciptakan sistem politik yang ideal dan memperbanyak rekrutmen kader bersih, jujur, idealistis, dan cerdas. Sedangkan dalam pelaksanaannya media dan masyarakat berperan sebagai control social atas dinamika yang terjadi. Tujuannya tentu adalah untuk menciptakan politik yang bersih dalam rangka menentukan pemimpin yang bersih dan jujur pula, terlebih dimomentum pilgub yang sebentar lagi akan dilaksanakan di Jawa Tengah.  Tidak terkecuali peran KPU dan Panwaslu yang mempunyai tugas dan tanggungjawab dalam melaksanakan dan mengawasi pemilu yang berlangsung.

B.  TUJUAN KEGIATAN
1.      Terciptanya kehidupan sosial yang sejahtera.
2.      Memahami system perpolitikan.
3.      Memahami asas pemilu.
4.      Sosialisasi pilgub.
5.      Menciptakan suasana pemilihan gubernur yang bersih.
C.  BENTUK KEGIATAN
Adapun bentuk kegiatan ini adalah seminar dan dilanjutkan dengan dialog tanya jawab.
D.  WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Kegiatan ini akan di laksanakan pada waktu dan tempat sebagai berikut :
Hari                 : Rabu
            Tanggal           : 17 April 2013
            Pukul               : Pkl. 09.00-14.00 WIB
            Tempat            : G. Serbaguna Kabupaten Jepara

E.  PESERTA
Adapun peserta yang mengikuti adalah:
-          Organisasi Kepemudaan
-          Organisasi Kemahasiswaan
-          Kader PMII
-          Kepala Desa
-          IPNU dan IPPNU
-          Masyarakat Umum
-          ORMAWA

F.   TENTATIVE ACARA
Adapun tenetetive acara tersebut adalah sebagai mana terlampir I.

G. NARASUMBER
Adapun narasumber yang menjadi Pembicara dalam kegiatan ini adalah:
1.      KPU Jepara
2.      Panwaslu Jepara
3.      Redaktur Media

H.  PENUTUP
Demikian Term of Reference (ToR) ini kami sampaikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam memberikan materi Seminar Politik dalam membincang mengawal pelaksanaan pilgub jateng bersih. Semoga kita senantiasa diberi kemudahan dan kesuksesan dalam rangka ikut serta membangun system kehidupan bernegara dan berbangsa. Amin.  
Jepara, 02 Maret 2013
Panitia Pelaksana
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PMII
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara
Periode 2012 – 2013


AHMAD RUSDIANTO                                                  AHMAD ANIF SYAIFUDIN
Ketua Panitia                                                                      Sekretaris

Mengetahui,
Pengurus Pimpinan Cabang
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara
Periode 2012 – 2013



MUHAMMAD ABDURRAHMAN
Ketua Umum













TENTATIVE ACARA
Waktu
Kegiatan
Penanggung Jawab
Tempat
08.00 – 08.30
Registrasi Peserta
Ke-sekretariat-an
G. Serbaguna Jepara
08.30 – 09.00
Opening Ceremony
Pembukaan
Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PMII
Sambutan :
  1. Ketua Panitia
  2. Ketum PC. PMII Jepara
  3. Mabincab PMII
  4. Bupati Jepara
Sie. Acara
Nur Isnaini
Nur Jannah


Ah. Rusdianto

M. Abdurrohman

Drs. H. Mashudi.M.Ag
H. Ahmad Marzuki, SE
G. Serbaguna Jepara
09.00 – 13.30
Seminar Politik:
“Politik Merakyat; Mengawal Pelaksanaan Pilgub Jateng Bersih”
Oleh KPU, Panwaslu dan Media.

Moderator :
M. Maghfurirrohman, S.Sy
G. Serbaguna Jepara
13.30 – 14.00
Penutup
Sie. Acara
G. Serbaguna Jepara