Header Ads


DIALOG LINTAS AGAMA PMII JEPARA



Term of Reference (ToR)
“Agama dan System Politik yang Bersih”
A.  DASAR PEMIKIRAN
Agama punya relasi kuat dan erat dengan politik dalam arti yang luas. Sebagai sumber motivasi masyarakat, agama berperan penting menumbuhkan sikap dan perilaku sosial politik. Meskipun bukan menjadi jaminan ketika agama masuk dalam dunia politik dengan otomatis perilaku politikus akan bermoral agammis pula. Karena tidak jarang bahkan  sangat sering kali terjadi agama menjadi alat legitimasi kebijakan penguasa yang terkadang bertentangan dengan nilai- nilai kemanusiaan secara utuh. Agam yang seharusnya menjadi sumber serta alat kontrol perilaku umatnya seakan tak berdaya lagi menghadapi agama-agama baru serta Tuhanya dalam realitas kehidupan manusia modern.
Agama tersingkir secara rapi di sudut-sudut spiritual para pengagumnya, dan terkulai tak berdaya dalam konstelasi sebuah gaya hidup manusia modern yang nampaknya lebih identik dengan gaya hidup manusia purba. Agama justru menjadi nilai yang menindas dan menyengsarakan di mata pengkritiknya, sekali lagi agama yang dalam tataran ideal moralnya sangat berpotensi untuk menciptakan kesejahteraan, kemakmuran lahir dan batin serta keselamatan dunia akhirat secara pelan tetapi pasti mulai terasa asing dimata pemeluknya.
Maraknya ritual- ritual keagamaan tidak berbanding lurus dengan kekuatan- kekuatan moral serta solidaritas social. Dalam konteks politik praktis jelas uang dan kekuasaan menjadi dwi tunggal tuhan yang diagungkan dalam proses perpolitikan modern. Kekuasaan dan uang menjadi rebutan, tak peduli halal haram, benar salah, bahkan kawan maupun lawan. Dimata mereka ketika berkuasa ataupun beruang persoalan salah bisa menjadi benar, haram bisa dikatakan halal tergantung selera nafsunya.
Permasalahn semakin kompleks ketika nalar- nalar materialisme telah mewabah diseantero jagat Indonesia, tak terkecuali rakyat sebagai pemegang daulat tertingi dalam system demokrasi. Praktek - praktek politik menjadi transaksi jual beli kepentingan, alih- alih menghasilkan keadaan yang kondusif dan berpihak pada rakyat kecil, menghadapi gaya hidup umat beragama. Politik menjadi komoditi, ayat- ayat di obral, Tuhan pun dijual dengan harga yang sangat murah.
Haruskah agama selalu teralienasi? pemukanya mengutuk politik sebagai barang yang najis dan haram, meskipun pelakunya juga sebagian dari tokoh agama itu sendiri. Pertanyaan yang kiranya perlu dijawab dengan seksama adalah:
Ø  Apa yang salah dengan keberagamaan kita?
Ø  Kemana pemuka- pemuka agama yang seharusnya menjadi teladan?
Ø  Bagaimana kita harus memulainya sehingga agama kembali menjadi  pranata yang efektif dalam menciptakan masyarakat yang adil dan makmur?

B.  TUJUAN KEGIATAN
1.      Terciptanya kehidupan social yang berperikemanusiaan, keadilan dan persatuan.
2.      Memahami nilai pluralisme dengan baik dan benar.
3.      Memahami hubungan antar Negara, Pancasila dan Agama.
4.      Menentukan sikap atas persoalan social (politik, ekonomi dan agama) untuk kemajuan Jepara.
5.      Politik bersih perspektif agama.

C.  BENTUK KEGIATAN
Adapun bentuk kegiatan ini adalah seminar dan dilanjutkan dengan dialog tanya jawab.
D.  WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Kegiatan ini akan di laksanakan pada waktu dan tempat sebagai berikut :
Hari                 : Senin
            Tanggal           : 01 April 2013
            Pukul               : Pkl. 09.00-14.00 WIB
            Tempat            : Pendopo Kabupaten Jepara

E.  PESERTA
Adapun peserta yang mengikuti adalah:
-          Organisasi Kepemudaan
-          Organisasi Kemahasiswaan
-          Kader PMII
-          IPNU dan IPPNU
-          Masyarakat Umum
-          ORMAWA

F.   TENTATIVE ACARA
Adapun tenetetive acara tersebut adalah sebagai mana terlampir I.
G. NARASUMBER
Adapun narasumber yang menjadi Pembicara dalam kegiatan ini adalah:
1.      Tokoh Agama Islam
2.      Tokoh Agama Kristen
3.      Tokoh Agama Budha
4.      Tokoh Agama Hindu
5.      Tokoh Agama Katolik

H.  PENUTUP
Demikian Term of Reference (ToR) ini kami sampaikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam memberikan materi Dialog Lintas Agama dalam membincang Agama dan system politik yang bersih. Semoga kita senantiasa diberi kemudahan dan kesuksesan dalam rangka ikut serta membangun system kehidupan bernegara dan berbangsa. Amin.  
Jepara, 31 Maret 2013
Panitia Pelaksana
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PMII
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara
Periode 2012 – 2013



AHMAD RUSDIANTO                                                  AHMAD ANIF SYAIFUDIN
Ketua Panitia                                                                      Sekertaris

Mengetahui,
Pengurus Pimpinan Cabang
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara
Periode 2012 – 2013



MUHAMMAD ABDURRAHMAN
Ketua Umum



Lampiran I
TENTATIVE ACARA
Senin, 01 April  2013 (Dialog Lintas Agama)
Waktu
Kegiatan
Penanggung Jawab
Tempat
08.00 – 08.30
Registrasi Peserta
Ke-sekretariat-an
R. Serbaguna Kab. Jepara
08.30 – 09.00
Opening Ceremony
Pembukaan
Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PMII
Sambutan :
  1. Ketua Panitia
  2. Ketum PC. PMII Jepara
  3. Bupati Jepara
Sie. Acara
Nur Isnaini
Nur Jannah


Ah. Rusdianto

M. Abdurrohman

H. Ahmad Marzuki, SE
R. Serbaguna Kab. Jepara
09.00 – 13.30
Dialog Lintas Agama:
Peran Agama Dalam Menciptakan System Politik yang Bersih
Oleh Tokoh 5 Agama: (Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik)

Moderator :
Purwanto, S.Sy
R. Serbaguna Kab. Jepara
13.30 – 14.00
Penutup
Sie. Acara
R. Serbaguna Kab. Jepara