Header Ads


Pendekatan Fenomenologi dalam Studi Agama

Pendekatan Fenomenologi dalam
Studi Agama

Pendahuluan
Fenomenologi, sebagai perspektif teoritis atau pandangan filosofis yang
berada di balik sebuah metodologi, dimasukkan oleh Michael Crotty1 ke
dalam epistemologi konstruksionisme (interpretivisme) yang muncul dalam
kontradistingsi dengan positivisme dalam upaya-upaya untuk memahami
dan menjelaskan realitas manusia dan sosial. Seperti penjelasan Thomas
Schwandt, yang dikutip Crotty,2 “interpretivisme dianggap bereaksi
kepada usaha untuk mengembangkan sebuah ilmu alam dari yang sosial.
Kertas peraknya pada umumnya adalah metodologi empirisis logis dan
upaya untuk menerapkan kerangka itu kepada penyelidikan manusia”.
Pendekatan positivis mengikuti metode-metode ilmu alam dan, melalui
observasi terpisah dan diduga bebas nilai, mencoba mengidentifikasi ciriciri
universal dari kemanusiaan, masyarakat, dan sejarah yang
menawarkan penjelasan dan karenanya, kontrol dan kemampuan dapat
diprediksi. Pendekatan interpretivis, sebaliknya, mencari interpretasiinterpretasi
yang dikeluarkan secara kultural dan disituasikan secara
historis tentang dunia kehidupan sosial.